logo blog
Propellerads

Museum-Museum Berbau Kematian Di Dunia

Avanoustic.com - Biasanya, museum dipakai untuk menyimpan segala macam peninggalan berharga sebagai bagian dari bukti kejadian atau sejarah masa lampau.

Namun tahukah Anda, ada museum di beberapa negara yang ternyata menyimpan koleksi yang tak lazim dan berbeda dengan museum pada umumnya. Berikut di bawah ini museum-museum berbau kematian yang perlu Anda ketahui.

Museum, Dunia, Misteri

1. Museum Thirsk, Inggris, menyimpan koleksi 'kursi kutukan' kematian.

Berawal saat seorang pria bernama Thomas Basbih yang dihukum mati karena kasus kejahatan pada tahun 1702, dan setelah selesai meminta permohonan terakhir sebelum dihukum, dia ingin makan di kursi kesukaannya di Thirsk. Saat permohonannya dikabulkan dan Thomas duduk di kursi kesayangannya tersebut, ia mengatakan bahwa siapapun yang duduk di kursi tersebut akan mengalami kematian.

Entah kebetulan atau tidak, pada tahun 1967, 2 pilot Royal Air Force yang duduk di kursi tersebut, dilaporkan meninggal dunia setelahnya, saat truk yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Dan pada tahun 1970, seorang tukang secara sengaja menguji nasibnya dengan duduk di kursi tersebut, dan diapun meninggal pada sore harinya karena jatuh ke lubang sebuah pembangunan proyek tempat ia bekerja.

Setahun kemudian, seorang tukang atap secara tidak sengaja duduk di kursi tersebut dan meninggal setelahnya karena atap yang diperbaikinya runtuh. Karena banyaknya cerita seram yang mengikuti kursi tersebut, akhirnya pada tahun 1972 kursi itu diserahkan ke museum Thirsk, benda yang dipercaya terkutuk tersebut ditempatkan dengan cara digantung agar tidak ada yang duduk di kursi tersebut.

2. Museum arwah kematian, Roma, Italia.

Di Museum Purgatory atau Piccolo Museo Del Purgatorio, pengunjung seolah diajak ke alam kematian dan mengajak pengunjungnya masuk ke alam kematian. Disini berisi pesan-pesan yang dipercaya berasal dari alam kematian. Salah satu pesan dari alam kematian yang bisa dilihat adalah telapak tangan yang terbakar pada sebuah buku doa.

Wisatawan yang melihat percaya kalau itu adalah tangan seseorang yang terbakar dalam pencucian jiwa di alam lain. Museum ini berdiri atas prakarsa seorang pastor Victor Jouet dari Prancis. Awal mulanya, Pastur Victor seperti mendapat pesan kematian (purgatori) berupa wajah seorang pria yang terbakar pada lembaran alkitab. Posisinya tepat di samping altar kecil di gereja tersebut. Sejak saat itu, Pastur Victor berkeliling negeri untuk mengumpulkan setiap purgatori yang dia temukan. Hingga Dia meninggal, seluruh purgatori yang dia kumpulkan disatukan alam sebuah museum yang kini dikenal dengan nama Purgatory Museum.

Koleksi lain yang tak kalah bikin merinding adalah jejak hangus tiga jari pada buku mendiang Maria Zaganti yang ditinggalkan oleh Rastelli Palmira untuk meminta kakaknya, Don Sante Rastelli melakukan misa. Ada juga penampakan Luisa Le Senechal yang meninggalkan tanda bekas hangus berbentuk tangan di topi tidurnya, dan masih banyak yang lainnya.

Di dalam museum ini dipamerkan berbagai tragedi pembunuhan, video autopsi dan video kematian. Dan bagi pengunjung yang bernyali dapat menonton video cuplikan kematian yang sebenarnya. Barang-barang yang ada didalam museum ini juga banyak yang terinspirasi dari para pembunuh berantai. Selain itu, museum yang dibangun pada 1995 ini juga menyimpan arsip dan foto kematian yang paling mengerikan, sejumlah foto tempat kejadian perkara yang mengenaskan dan proses autopsi yang mengerikan cukup membuat pengunjung merasa ngeri. 'Museum Of Death' bertujuan memberikan pelajaran dan kenyataan kepada masyarakat tentang kematian.

3. Museum Lombroso menyimpan 400 tengkorak kepala manusia, Turin, Italia.

Museum ini didirikan oleh Lombroso pada tahun 1898 dengan nama "Museum Psychiatry dan Kriminologi" sebagai tempat penyimpanan sekaligus penelitian terhadap para pelaku tindak kejahatan pada masanya. Museum ini memiliki sekitar 400 tengkorak, termasuk tengkoraknya perampok legendaris, Giuseppe Villella.

Cesare Lombroso, bernama lahir Ezechia Marco Lombroso (lahir di Verona, 6 November 1835 - meninggal di Torino, 19 Oktober 1909 pada umur 73 tahun) adalah seorang kriminolog Italia dan pendiri Mazhab Kriminologi Positivis Italia. Lombroso menolak pendapat Mazhab Klasik, yang menganggap bahwa kriminalitas adalah suatu ciri karakteristik yang terdapat pada sifat dasar manusia.

Sebaliknya, dengan menggunakan konsep-konsep yang diambil dari fisiognomi, eugenika awal, psikiatri, dan Darwinisme sosial, teori Lambroso mengenai antropologi kriminologi pada dasarnya menyatakan bahwa kriminalitas adalah sesuatu yang diwariskan, dan bahwa seseorang yang "dilahirkan bersifat kriminal" dapat diidentifikasi dengan memperhatikan cacat-cacat fisiknya, dengan demikian menegaskan bahwa seorang penjahat adalah seseorang yang biadab, atau memiliki atavisme (cacat tubuh bawaan).

Pada 1878 Dokter Cesare Lombroso menjadi profesor kedokteran forensik di Universitas Torino dan koleksinya kemudian pindah ke laboratorium universitas kedokteran forensik dan psikiatri eksperimental tersebut. Koleksi dipajang secara terbuka di berbagai kesempatan di tahun 1880-an seperti pada sebuah Pameran di Torino pada tahun 1884.

Setelah selama bertahun-tahun Tertutup untuk umum dan hanya bisa akses oleh para peneliti spesialis,Museum ini kini telah kembali di buka.

4. Museum topeng kematian di Ukraina.

One Street Museum di Kies, Ukraina punya koleksi yang tidak biasa. Di sana terdapat death mask atau topeng kematian. Topeng ini dibuat dengan menempelkan gips ke wajah orang yang sudah meninggal. Orang Mesir kuno, sering menggunakan topeng kematian untuk proses pembuatan mumi.

Museum ini memiliki 83 topeng kematian dari berbagai tokoh dunia, seperti pemimpin Prancis Napoleon Bonaparte, komposer asal Jerman Ludwig van Beethoven, pemimpin Soviet Joseph Stalin, ilmuwan Blaise Pascal, dan masih banyak lainnya. Topeng ini adalah bentuk asli muka mereka.

5. Museum yang menyimpan buku kematian di Brisbane, Australia.

Sebuah potongan teks kuno dari pemakaman mesir yang dikenal sebagai kitab kematian ditemukan dalam arsip museum Queensland, Brisbane, Australia. Benda bersejarah itu ditemukan saat kunjungan Egypt Departemen, British Museum, Dr. John Taylor.

Selembar papirus itu berisi mantra mesir kuno serta gambar yang menggambarkan perjalanan menuju dunia akhirat. Biasanya gulungan papirus ditempatkan di ruang peti mati atau pemakaman. Konon semakin kaya orang tersebut, semakin panjang kitab kematiannya.

Setelah diteliti, kitab kematian itu adalah milik Amenhotep seorang pejabat mesir kuno pada 1420 sebelum masehi. Beberapa naskah ini telah ditemukan pada abad ke 19 meskipun ada bagian yang hilang. Beberapa diantaranya kini digelar di Museum Inggris, New York dan juga di Boston.

6. Museum The British, menyimpan koleksi bahan penguburan Mesir kuno.

Museum ini merupakan museum terbesar di Inggris dengan koleksi 7 juta benda, diantaranya artefak dari berbagai peradaban. Salah satu benda yang menarik di museum ini adalah koleksi Mesir yang banyak dan diantaranya adalah koleksi benda kematian dari penguburan Mesir kuno.
loading...
Dapatkan update artikel terbaru secara langsung dari Avanoustic.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Tinggalkan komentar Anda dan patuhilah peraturan berkomentar di blog ini:

- Berkomentarlah sesuai dengan relevansi
- Link hidup, promo dan spam otomatis akan dihapus
- Dilarang sesuatu hal yang mengandung unsur SARA

Copyright © 2015. Avanoustic - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger